loading...

Tuesday, December 19, 2017

ORIENTASI CPNS KEMENKUMHAM 2013 - PUSDIK BRIMOB WATUKOSEK





“Pak Kakanwil, nanti anak-anak ini di orientasi lagi ya, Pak. Biar lebih siap saat di lapangan.” Ujar bapak Denny Indrayana dihari kedua kami orientasi di aula Kanwil Kemenkumham Jawa Timur. Kedatangan beliau dalam rangka memberikan bekal bagi para CPNS Angkatan 2013, sekaligus pemberian SK CPNS secara simbolis. Terlihat di sudut sana, bapak Indro Purwoko, selaku Kakanwil mengangguk tersenyum membalas permintaan bapak Denny Indrayana yang saat itu menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM. Hari itu terjadi pada hari Rabu, 2 April 2013 silam.


Semua berlalu.


Kami telah sibuk dengan masing-masing aktivitas kerja di UPT, baik yang di kantor Imigrasi, Lembaga Pemasyarakatan, ataupun di Rumah Tahanan Negara, semua sibuk memberikan kinerja terbaik. Rasa syukur, dedikasi, dan besarnya harapan menyatu di dalam diri kami, membuat hari-hari kerja selama berstatus CPNS menjadi begitu mudah untuk dijalani.


Rabu, 8 Mei 2014.


Bertempat di Hotel Garden Palace, aku dan mas Priagung (Angkatan 2012 yang sekantor di Lapas Porong) duduk dan mendengarkan dengan saksama arahan dari bapak Denny Indrayana tentang program One Stop Service (OSS) untuk imigrasi. Kami berada disana dalam rangka undangan dari bapak Denny Indrayana. Di akhir acara, sebelum menutup, beliau kembali berpesan pada bapak Kakanwil, Indro Purwoko, agar CPNS Angkatan 2013 di orientasi lagi, maksudnya, selain orientasi di Kanwil dan di masing-masing UPT, kami harus orientasi lagi biar lebih mantap dan siap menghadapi tantangan pekerjaan nantinya.


Acara tersebut berlalu. Semua kembali ke masing-masing aktivitas lagi.


Tiga bulan selanjutnya, pada Agustus awal, secara mengejutkan aku dapat kabar dari teman-teman bahwa kami akan melaksanakan orientasi satu angkatan di Pusdik Brimob Watukosek. Kami benar-benar akan orientasi, surat pemberitahuannya sudah diterima di UPT kami. Teman-teman menyambutnya dengan riang. Piknik, begitu mereka menyebutnya.


Tak ada dokumen yang tersimpan karena hape yang aku punya dulu mati. Kegiatan orientasi yang aku tulis disini merupakan catatan dari buku Diary yang aku tulis saat itu, tepat saat orientasi di Pusdik Brimob Watukosek sedang berlangsung.



ORIENTASI KETIGA - PUSDIK BRIMOB WATUKOSEK



HARI PERTAMA - SERAH TERIMA PESERTA ORIENTASI


Saat acara serah-terima. Depan: Aku dan Harry (LP Banyuwangi)


Setelah acara serah terima di Aula Kanwil Jawa Timur, dari Kakanwil kepada Kepala Pusdiklat Brimob Watukosek, kami mulai menaiki bus sesuai urutan yang tersedia.






Sesampainya di lokasi kami dibagi per kamar sesuai daftar yang diserahkan oleh pihak kanwil. Beres-beres kamar dan mandi. Setelah itu mendadak kami diminta berkumpul dengan memakai seragam yang telah dibagikan sebelumnya dari kanwil. Satu per satu nama disebut, lalu dikelompokkan sesuai kelompoknya. Pleton 4 dipanggil dan namaku termasuk di dalamnya beserta beberapa nama teman lainnya. Pleton 4 berisi 24 anggota dengan pengasuh IPDA Suhartini.



Pleton 4 bersama pengasuh, IPDA Suhartini





Malam harinya kami apel makan malam. Setiap makanan yang tersaji di atas meja harus habis, tak boleh ada yang tersisa walau hanya sebutir. Di sanalah para teman-teman yang mempunyai lambung dengan daya tampung jumbo menjadi pahlawan penyelamat kami. Semua tatacara makan diarahkan sebelum kami bergelut dengan hidangan yang terhampar.



Maafkan wajah kami. Danny Keegan (LP Pemuda Madiun), aku, Sumarno (LP I Madiun)


Acara solat lima waktu selalu berjamaah. Setiap pleton tiap harinya bergantian dipimpin oleh anggotanya masing-masing secara berurutan, intinya tiap hari harus ganti komandan pleton. Tapi harus ada komandan pleton tetap, dan mas Chandra (Imigrasi Madiun) terpilih menjadi komandan pleton  tetap kami yang memimpin 6 pleton yang ada.


Setiap hari kelas diisi dari pihak Pusdik Brimob dan dari internal Kemenkumham sendiri. Beberapa pejabat dari Lapas Porong sempat mengisi materi.


Acara baris berbaris, berjalan beriringan disertai lengkingan nyanyian lantang menjadi rutinitas kami sehari-hari selama orientasi. Setiap malam, waktu kami dipakai untuk latihan peragaan demi pertunjukan di hari H saat kehadiran Wakil Menteri Hukum dan HAM, bapak Denny Indrayana.

Dikala istirahat menunggu pengasuh, kami duduk dengan tangan memeluk lutut. Beratapkan hamparan langit luas dengan bintang-gemintang yang tampak lebih berkilau daripada langit di Surabaya, membuatku pasti akan merindukan malam seperti ini.


HARI KELIMA – PENGARAHAN SEKJEN KEMENKUMHAM RI







Jumat, 15 Agustus 2015, bapak Ambeg Y Paramarta, Sekjen Kemenkumham, hadir diacara orientasi kami. Begitu istimewa. Kenapa? Karena SK CPNS kami yang menandatanganinya adalah beliau. (Baca disini: Pengarahan Sekjen di Orientasi CPNS TA 2013 Pusdik Brimob Watukosek)


Walaupun secara tampilan beliau tampak berpembawaan kaku, namun keadaannya berbanding terbalik. Beliau begitu enjoy saat memberikan arahan.


“Apakah disini yang bayar untuk masuk CPNS? Ngaku aja nggak apa-apa kalau ada.”kata beliau. “Tidak ada. Semua turun tangan untuk mengawal seleksi tahun 2013 ini.”pertanyaan yang tadi dilemparkan kepada kami itu dijawab sendiri oleh beliau. Dan beliau sendiri turun gunung untuk turut mengawal juga agar seleksi CPNS Kemenkumham tahun 2013 benar-benar Calon Pegawai Nihil Setoran seperti yang diinginkan bapak Denny Indrayana.






Setelah paparan materi yang diberikan usai, Silverqueen yang tertata rapi di atas mejanya mulai disentuh oleh tangan kirinya, kemudian diangkat ke udara.


“Siapa yang bisa menjawab pertanyaanku, nanti dapat Silverqueen ini.” diiringi senyum simpul yang terpancar.


Tentu suasana langsung berubah. Semua termotivasi. Cokelatnya boleh sama, Silverqueen-nya boleh sama dengan yang ada di minimarket manapun, tapi siapa yang memberi itu yang membuatnya berbeda. Satu per satu teman sigap mengacungkan jari. Ada yang kurang lengkap jawabannya. Ada yang tepat. Selanjutnya bisa lihat di video di bawah ini. Beruntung aku termasuk yang mendapatkannya.


Ramadhani Nugraha (LP I Malang) berhasil menjawab kuis dari bapak Sekjen
Dinda Karin (Kanim Tanjung Perak) dan Tri Retno (Kanim I Khusus Surabaya)









HARI KETUJUH – CANDI BELAHAN


Berseragam hitam-putih, kami ikut upacara. Selesai upacara kami dapat istirahat siang sebentar, namun karena telat untuk berkumpul apel, akhirnya kami disuruh jalan jongkok ke kantor pengasuh. Lezat.


Hari itu, kami bebas dari kegiatan materi, dan diajak ke Sumber Tetek. Dua patung perempuan peninggalan jaman kerajaan yang memancurkan air dari dadanya tersebut masih berdiri tegak dengan sedikit kerusakan saja.


Menuju Sumber Tetek. Bersama Danny Keegan (LP Pemuda Madiun)
Yoga Nugroho (LP Pemuda Madiun) dan Pengasuh Pleton 4, IPDA Suhartini
Leting Lapas Porong. Taufik, Hidayat Elis Agustina ,Suko Prayogi, dan Dwi Wijayanto



HARI KESEPULUH - OUTBOND


Outbond dipimpin Kompol Prasada, game-game-nya seru dan menghibur. Lalu yang ultah di bulan Agustus diminta maju ke depan dan diurut berdasarkan tanggal lahir paling dekat dengan hari itu, 20 Agustus 2015. Banyak juga teman-teman yang lahir di bulan Agustus. Lalu dipilih dua orang teman paling mendekati dengan tanggal 20, yaitu yang lahir 19 dan 21 Agustus. Mereka maju ke depan. Mereka berada di sisi kanan dan kiri Kompol Prasada, kemudian tiba-tiba, byur!  Air menerjang, Basahlah mereka berdua ditemani lantunan lagu happy birthday yang dinyanyikan bersama.





















Acara dilanjutkan dengan bermain bersama. Game yang kami mainkan adalah game kapal perang. Semua dibagi menjadi 2 bagian, dan di tiap bagian dipisah lagi menjadi 7 atau 8 tim. Dimana setiap tim memilih nama Negara. Bagian yang satunya dari nama Asia, dan bagian yang lainnya dari Eropa.


Game-nya seru, aturannya begini:

Orang pertama berkata “Cekrek” seperti orang menyiapkan tembak.Orang kedua berkata “Awas!”Orang ketiga berkata “Siap!”Orang keempat berkata “Bidik!”Orang kelima berkata “Tembak!”Orang keenam berkata “Dor!”Orang ketujuh bertugas menyebut Negara yang ingin dibidik, misal “Jerman!”

Setiap Tim yang nama negaranya kena bidik sontak harus menyebutkan sandi-sandi sesuai urutan di atas, jika salah, maka dianggap gugur, kalau benar, maka pemain terakhir dari tim mereka harus melemparkan bidikan ke tim lain dengan menyebutkan nama Negara yang masih ada. Begitu seterusnya hingga hanya satu yang tersisa. Tim kami bernama Palestina, masuk 4 besar namun kemudian gugur.



HARI KESEBELAS – PENGARAHAN WAMENKUMHAM RI


Tibalah hari H. Dari kemarin-kemarin, tiap habis solat subuh dan lari pagi, kami selalu latihan peragaan beladiri hanya untuk hari ini.


Fajar subuh menyingsing, Kamis, 21 Agustus 2015, seusai subuh berjamaah kami langsung ke tribun lapangan untuk melaksanakan Gladi Bersih. Hasil dari peragaan kami bisa dilihat lewat video di bawah ini. Di hari itu juga, Kakanwil, bapak Indro Purwoko, berpamitan pada kami, karena beliau mendapat mandate baru untuk bertugas di pusat.









Dilanjut dengan pemberian materi dari bapak Denny Indrayana sekaligus beliau berpamitan kepada kami karena kurang dari dua bulan ke depan pemerintahan akan beralih ke Presiden baru. (Bisa dilihat di link ini Wamenkumham bangun komunikasi untuk menjaga dan saling mengingatkan










HARI KEDUA BELAS – PENGARAHAN IRJEN KEMENKUMHAM RI


Jumat, 22 Agustus 2015, keesokan harinya pengarahan diberikan oleh bapak Irjen Kemenkumham RI, Agus Sukiswo. (Baca disini Ceramah Umum Inspektur Jenderal Kemenkumham RI)












Komandan Pleton Tetap kami, mas Chandra pulang karena ada anggota keluarganya yang meninggal. Namun hari itu kami tetap foto dan mengisi biodata untuk pembuatan buku kenang-kenangan, dilanjutkan foto per pleton dan foto lengkap bersama.



Halaman depan ruang makan

Selesai makan, kami berkumpul di halaman depan ruang makan. Kami rebahan. Semua mata menatap langit. Sekejap aku pandang pohon besar yang selalu kami punggungi tiap apel makan tiba itu menjadi saksi kami selama orientasi. Setelah peragaan kemarin usai, kegiatan kami selanjutnya menjadi santai, seakan tujuan utama telah tercapai, karena, selain untuk orientasi, kami disana pun dituntut untuk bisa memeragakan hasil orientasi kami dihadapan bapak Denny Indrayana.



HARI KETIGA BELAS – TES KESAMAPTAAN DAN KESEHATAN


Sabtu 23 Agustus 2015. Tes Kesamaptaan Jasmani. Kesalahan awal kami adalah tidak membawa pakaian olahraga, training, dan sepatu olahraga, hal tersebut lantaran ketika aku menghadap ke kanwil untuk meminta konfirmasi apakah perlu untuk membawa perlengkapan pakaian olahraga atau tidak, dijawabnya “tidak usah”.


“Kalian kan disana mau orientasi fisik. Jadi ya bawanya sepatu PDL aja. Dan seragam kaosnya kan sudah kami sediakan dari sini.”


Nyatanya para pengasuh disana keheranan, lantaran saat senam pagi kami harus memakai sepatu PDL. Pun saat TKJ (Tes Kesamaptaan Jasmani) kami berlari berputar lapangan dengan derapan dan hentakan sepatu PDL. Bagi yang membawa sepatu kulit jeruk merupakan petaka besar karena selain dasar sepatunya berat dan keras, bahan sepatunya pun tidak lembut sehingga membuat betis lecet. Dan aku termasuk yang mendapat petaka tersebut.

Tes Kesamaptaan Jasmani selesai, dilanjutkan Tes Pemeriksaan Kesehatan. Balik dari tes rikkes yang bertempat di depan, jauh dari barak, menjadi ujian bagi kami saat akan kembali ke barak yang karena teriknya yang menyengat. Kami mendapat istirahat terakhir, dari pukul 13.00 sampai 15.00, waktu yang tentu saja kami gunakan untuk tidur.


Gladi penutupan untuk keesokan harinya dilakukan 2 kali untuk upacara penutupan dan penyerahan kembali seluruh angkatan kami kepada Kakanwil. Selesai gladi di sore itu. di bawah langit sore yang teduh, kupandangi gunung Penanggungan yang menjadi latar pemandangan kami sehari-hari. Kubiarkan angin menjalar disetiap kulit. Pun mengizinkan hidung untuk menghirup aroma dedaunan disekitar barak, masjid, dan kantor pengasuh yang melambai-lambai seperti hendak mengucap salam perpisahan. Kami pasti merindukanmu.


Bersama Danny Keegan (LP Pemuda Madiun), dan Hendri Lukmananto (LP Sidoarjo)


Malam terakhir. Makan malam terakhir. Air mata berada dipelupuk mata, ingin menumpahkan diri tapi menangis bukan tabiat laki-laki. Tak ada kegiatan setelahnya. Kami bebas melakukan apa saja. Dan terlelap.



PENUTUPAN ORIENTASI


Gladi Penutupan Orientasi CPNS Kemenkumham Angkatan 2013 (Pusdik Brimob)


Upacara penutupan dan penyerahan kami ke Kakanwil dilaksanakan. Setelah selesai, kami yang masih dalam barisan sikap sempurna di lapangan upacara, mulai disalami para pengasuh, beliau-beliau berjalan melewati kami, tak hanya bersalaman, terakadang ada pelukan perpisahan.


Serah-terima peserta orientasi kepada Kakanwil Kemenkumham Jatim


Komandan Kompi Pengasuh, AKP I Made Redi dan pengasuh lainnya bersalaman pada kami semua
Dihari itu juga, kembali Kakanwil memohon pamit kepada kami. Perjalanan pulang dari sana kami tetap dikawal oleh para brimob dan pengasuh. Dan akhirnya di Kanwil, aku bertemu dengan komandan kompi pengasuh, AKP I Made Redi H, S.H, M.H. Beliau yang melihatku segera mengambil bolpen dari saku seragamnya. Kemudian dengan gesit beliau menggoreskan tintanya untuk sebuah pesan bagi kami nanti saat kembali ke dunia kerja masing-masing.


Kakanwil, bapak Indro Purwoko, bersalaman dengan semua untuk berpamitan


Terimakasih untuk letting Jatim 2013, bapak Denny Indrayana, bapak Ambeg, bapak Indro Purwoko, dan seluruh pejabat dan semuanya yang telah ikut andil dalam kegiatan orientasi CPNS Kemenkumham Angkatan 2013 di Pusdik Brimob Watukosek dulu. Kepada Komandan Kompi Pengasuh, AKP I Made Redi, Komandan Pleton 4 IPDA Suhartini, komandan IPDA Herry Sudrajat, komandan Brigadir Rudi, komandan IPDA Sutar, komandan IPDA Sugiyanto, komandan Mudjito, komandan Ahmad Bashori, komandan I Ketut Gel-Gel, dan seluruh pengasuh lain yang tak tersebut disini, kami ucapkan terimakasih telah membina kami waktu itu.






















No comments:

Post a Comment

Baca juga :

Deteksi Yamaha Mio J tidak bisa nyala