Wednesday, July 19, 2017
Konsep Sirkuit Bandung ala Ridwan Kamil, Harapan dan Pertanyaan
Heboh kabar tentang postingan Ridwan Kamil di akun Instagram yang berencana akan membuat sirkuit di Gedegabe, Bandung menuai tanggapan beragam dari para pelaku balap. Tak hanya IMI (Ikatan Motor Indonesia) Jabar, para pebalap yang berdomisili dan berasal dari Bandung pun turut mengapresiasi perihal rencana tersebut.
Seperti Tammy Pratama, pebalap yang membela tim Honda WHK 35 IRC NHK Bien Racing menyambut baik rencana Ridwan Kamil, yang cepat dalam menanggapi keingginan dari para pelaku balap.
Bahkan, Tammy yang mengapresiasi lewat postingan di Instagram mendapat balasan dari Ridwan Kamil. “Saya di Instagram posting gambar berupa capture berita di salah satu media, yang isinya bahwa kami para pelaku balap ingin punya sirkuit, ternyata postingan saya dilihat oleh Ridwan Kamil,” ungkapnya kepada Dapurpacu.com, Jumat (7/7).
Ridwan pun lanjut Tommy, membalas postingannya dengan berkomentar, “Besok saya rapatkan, nuhun. Hingga akhirnya beliau memposting di Instagram bahwa Bandung akan punya sirkuit.”
Tammy berharap bahwa sirkuit tersebut nantinya bisa digunakan tidak hanya untuk balapan motor bebek, tapi juga layak digunakan untuk balapan motor sport seperti 250 cc dan 600 cc.
“Sehingga ada alternatif lain, tidak hanya balapan di Sentul saja. Tak masalah sirkuit tersebut tujuannya bukan untuk penyelenggaraan event kelas dunia seperti MotoGP atau F1, yang penting sirkuitnya aman dan layak digunakan balap untuk motor sport. Sehingga, dengan dibentuknya sirkuit yang bisa digunakan untuk motor sport juga akan lebih bermanfaat untuk pembibitan pebalap muda,” jelas Tammy.
Berbeda dari Tammy, Sabrina Sameh Mohammed Abdel Fatteh menanggapinya lebih kritis. “Itu sirkuit dibikin buat apa? Maksudnya belum ada informasi lebih lanjut kan. Hanya sebatas ingin bikin sirkuit,” kata Sabrina bernada pertanyaan besar.
Bahkan dara manis yang saat ini menjalani karir sebagai pebalap drag dan road race lebih lanjut mengungkapkan, harusnya jelas tujuan bikin sirkuit itu dipakai untuk apa dan siapa? Sehingga, ketika sirkuitnya sudah jadi, sirkuit itu tidak hanya menyelenggarakan balapan dua – tiga seri kompetisi balap motor saja.
“Seperti contoh Kabupaten Sidrap, sirkuitnya tidak untuk MotoGP tapi ada kompetisi balap motor yang rutin seperti Sidrap Prix. Harapan saya di Bandung juga seperti itu, sehingga sirkuit tersebut nantinya tidak hanya dipakai latihan, tapi marak menggelar kompetisi balap,” sarannya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment