loading...

Wednesday, July 19, 2017

Tips Membaca Kode Pada Kemasan Oli Untuk Memilih Pelumas Yang Tepat


Agar mesin kendaraan Anda tetap berfungsi secara optimal, sebisa mungkin oli pelumas harus diganti dan jangan sampai mesin mengalami kekeringan karena hal tersebut dapat mempercepat proses ausnya komponen-komponen mesin seperti piston dan head silinder.

Maka dari itu Oli pelumas sangat vital peranya pada mesin baik motor maupun mobil. Setiap mesin memiliki karakteristik sendiri-sendiri oleh sebab itu oli pun harus disesuaikan. Maka perlu juga diperhatikan jenis-jenis oli pelumas berdasarkan tingkat kekentalannya agar sesuai dengan karakteristik kendaraan Anda.
Namun, kadang hal tersebut tidak mudah dilakukan karena banyak orang tidak memahami kode dan angka yang tertera di botol atau kemasan oli pelumas.

SAE (Society of Automotive Engineers)

Oli-oli yang menggunakan kode SAE berarti telah diuji dan dievaluasi oleh Society of Automotive Engineers. Oraganisasi SAE didirikan oleh Andrew Riker dan Henry Ford pada 1905.

Tidak sedikit orang yang mengerti arti dari kode SAE (Society of Automotive Engineers) oli mesin kendaraan bermotor (mobil atau sepeda motor). Dan biasanya SAE diartikan sebagai tingkat kekentalan pelumas tersebut.

Contohnya oli 5W30 disebut sebagai oli encer, sementara 20W50 adalah oli kental. Padahal makna kode SAE sesungguhnya lebih dari itu. Kode SAE sebenarnya menunjukkan kemampuan suatu oli dalam menjaga stablitas kekentalannya terhadap pengaruh suhu lingkungan/mesin panas atau dingin, pula.”

Pada kode SAE, angka yang mengikuti dibelakangnya menunjukkan tingkat kekentalan pelumas. Dibelakang SAE diikuti dengan kode misalnya SAE 5W-40. Kode 5W (winter) tersebut berarti pada suhu terendah oli tingkat kekentalanya 5, sedangkan pada suhu maksimum (panas) tingkat keekntalan oli adalah 40. Begitu juga dengan 15W-50 yang berarti pada suhu terendah oli tingkat kekentalan 15 dan pada suhu maksimum tingkat kekentalan oli sebesar 50.

Semakin rendah suhu udara di luar (tempat yang dingin) maka dibutuhkan oli yang lebih encer atau dengan kode 5W, seperti negara dingin perancis biasanya memakai oli dengan kode 5W. Semakin panas cuaca atau suhu udara di luar maka dibutuhkan oli dengan tingkat kekentalan yang lebih tinggi, seperti Indonesia akan lebih baik untuk menggunakan kode SAE 15W-30.

Pemakaian kekentalan yang tidak sesuai dengan suhu suatu negara akan menyebabkan oli tidak bisa bekerja, misalnya Indonesia menggunakan kode SAE 5W-40 maka oli akan sangat encer sehingga tidak mampu melakukan tugas lumbrikasi dengan baik, begitu pula sebaliknya jika pada negara dengan cuaca ekstrim dingin menggunakan kode SAE 15W maka oli akan sangat kental pada saat udara dingin sehingga oli tidak dapat mengalir pada ruang-ruang antar komponen mesin.

Selain suhu lingkungan hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan oli adalah apakah mesin kendaran kita termasuk mesin keluaran terbaru apa tidak, jika mesin keluaran terbaru maka sebaiknya kita menggunakan oli yang encer karena untuk mesin yang baru celah-celah antara logam dalam mesin sangat rapat sehingga jika oli terlalu kental justru oli malah tidak bisa melumasi dengan sempurna.

Kemudia jika mesin kendaraan kita termasuk keluaran lama maka sebaiknya memilih oli yang kental karena celah antar logam dalam mesin besar dan masih kasar sehingga memerlukan pelumas yang kental.

American Petroleum Institute atau "API" Standard Kualitas Oli

"API" adalah lembaga independen di Amerika Serikat yang memberikan standar kualitas oli pelumas. Standar kualitas itu menyangkut karakteristik oli sesuai bahan bakar yang dipakai oleh mesin dan generasi terbaru teknologi yang digunakan pada oli.

Untuk mesin berbahan bakar bensin, kodenya adalah "S", sedangkan untuk kendaraan berbahan bakar solar, menggunakan kode "C". Pada API, ada dua huruf yang mengikuti dibelakangnya, seperti API SG yang berarti oli pelumas tersebut diperuntukkan untuk mesin berbahan bakar bensin keluaran tahun 1990-an (G).


Huruf kedua yang mengkuti dibelakang API menandakan kualitas teknolgi terbaru pada oli yang diperuntukkan untuk mobil lama atau mobil baru. Jika huruf kedua semakin jauh dari huruf A maka oli tersebut digunakan untuk kendaraan baru, kalau semakin dekat ke huruf A maka oli tersebut digunakan untuk kendaraan lama. Biasanya kendaraan-kendaraan keluaran diatas tahun 2010 menggunakan oli dengan kode API SN.

JASO (Japanese Automobile Standard Organization)

JASO adalah lembaga standarisasi otomotif seperti API dan SAE. Khusus untuk sepeda motor JASO membedakan antara mesin 2 tak dan 4 tak. Untuk mesin 2 tak, JASO melabeli olinya dengan kode JASO FA, JASO FB dan JASO FC, sedangkan untuk 4 tak kodenya adalah JASO MA dan JASO MB.

Gimana sudah jelas sekarang cara membaca kode oli mesin? Jadi jangan sampai salah pilih ya, sesuaikan oli dengan kondisi mesin agar lebih awet. Selain itu perhatikan juga jadwal penggantian oli secara periodik, agar oli pelumas selalu dalam kondisi bersih dan berfungsi optimal.

No comments:

Post a Comment

Baca juga :

Deteksi Yamaha Mio J tidak bisa nyala