loading...

Thursday, April 5, 2018

Deteksi Yamaha Mio J tidak bisa nyala

Rekan-rekan Blog Mania ... berbagi pengalaman kali ini seputar deteksi Yamaha Mio J tidak bisa nyala dengan kronologis sebagai berikut. Pemilik motor mencuci motor dalam keadaan mesin masih panas setelah menempuh perjalanan. Saat akan kembali menyalakan motor, ternyata tidak ada lagi tanda-tanda motor bisa nyala. Walah... sepertinya si empunya motor kebingungan mau bertindak apa.

Lantaran kejadian ini sudah untuk yang kedua kalinya penulis perhatikan, si empunya motor yang masih warga sekitar bengkel tapi bukan langganan... mungkin enggan untuk meminta bantuan. Yup, akhirnya dengan harapan bisa menolong sesama... dengan bermodal satu obeng kembang dan kunci busi tawaran untuk membantu pun diajukan.

Bukannya sok unjuk kemampuan, hanya saja solusi yang dilakukan pemilik Yamaha Mio J sudah tidak masuk akal. Dengan menjemur motor selama beberapa jam dibawah terik matahari, harapannya motor bisa kembali nyala lantaran beberapa hari yang lalu solusinya begitu.

Tanpa debat panjang, langkah pertama untuk mendeteksi Yamaha Mio J tidak bisa nyala setelah cuci motor dilakukan dengan memeriksa keberadaan bahan bakar. Langsung ditimpali oleh pemilik motor bahwasannya bensin dalam keadaan penuh. Ooo... motor injeksinya neguk bensin, tho... hehe, bercanda rekan-rekan (^_^)

Jelas saja langkah pertama adalah memeriksa keberadaan bahan bakar, siapa tahu si empunya motor lupa dan sudah kehabisan bahan bakar. Lanjut dengan mencoba menyalakan motor dengan menekan tombol stater... Walah, kondisi aki sudah tidak mendukung lagi, konon aki kering sudah direparasi dengan mengisi ulang air aki. Terserah, deh...

Sekilas... sepertinya si empunya motor menyangsikan kemampuan mekanik yang lebih dikenal sebagai tukang cat dan airbrush motor ini, hehe (^_^) Hmmm... nggak pa-pa, lanjut dengan membuka cover penutup mesin agar bisa mendapatkan posisi busi untuk dicek kondisinya. Setelah berhasil dilepas, ternyata Yamaha Mio J nya menggunakan busi dengan kode C7HSA dimana kondisi keramik putih dibagian tengahnya sedikit meleleh.

Pengecekan api busi dilakukan dengan mencari sebuah busi bekas dan digunakan untuk menyumpal lubang busi, lalu busi yang akan dites dipasang kembali pada kop busi dan ditempelkan ke massa bodi sembari melakukan slah dengan kick stater. Alhasil, api busi yang keluar terlihat tidak lagi bagus.

Penjelasan pun diberikan kepada pemiliki motor, bahwa besar kemungkin penyebabnya adalah busi. Jadi solusinya adalah mengganti dengan yang baru dengan kode yang direkomendasikan pabrikan yaitu CR6HSA. Maka si empunya motor pun pergi membeli busi dan kembali dengan busi dengan kode C7HSA lagi.

Dari penuturan si empunya motor, kode busi yang digunakan untuk Mio J adalah C7HSA, pabrikan yang membikin busi dengan kode CR6HSA belum didirikan... begitu katanya mengulagi penuturan si penjual onderdil. Walah... mumet (^_^)

Akhirnya si empunya motor di minta untuk pergi ke dealer agar bisa mendapatkan busi dengan kode yang sesuai dengan spek motor. Tau-taunya... kembali lagi dengan busi C7HSA namun kemasannya sudah ada embel-embel Yamaha. Kata mekanik dealer, memang ini busi untuk Yamaha Mio J.

Alamak... nyerah deh (^_^) lalu busi dengan kode C7HSA pun dipasang dengan catatan, sekiranya siempunya motor mengalami kejadian yang sama lagi, silahkan cek kondisi busi dan jangan jemur motor sebagai solusinya, wkwkwk (^_^)

Yup, motor pun bisa nyala kembali hanya dalam sekali engkol atau menggunakan kick stater. Dengan senyum dikulum, mekanik yang lebih sering bergaul dengan pewarna motor alias cat ini pun hanya bisa bersyukur sudah bisa membantu walau belum 100% melakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Sekian dulu rekan-rekan Blog Mania ... semoga ada manfaat dari cerita pengalaman deteksi Yamaha Mio J tidak bisa nyala kali ini dan bisa menjadi referensi kita bersama.

Membuat alat tambal dari setrika

Rekan-rekan... kapok tenan, tobat dan tidak ingin mengulangi lagi menjual perkakas bengkel. Desakan ekonomi beberapa waktu yang lalu membuat keputusan pahit menjual alat tambal ke loakan seharga besi tua dan hanya mampu untuk membeli satu liter beras. Sekarang terpaksa membuat alat tambal lagi dengan sedikit inovasi yaitu menggunakan setrika bekas yang masih berfungsi.

Dulunya... alat tambal yang digunakan adalah alat tambal ban dalam dengan sistem bakar. Harus bermain dengan api dan ribet dalam penggunaan. Sekarang... tinggal colok dan menunggu beberapa menit, elemen setrika langsung panas dan bekerja layaknya tambal bakar. Bicara hasil... sepertinya sama bagusnya malah lebih cepat dari pada harus menggunakan api. Sorry... ini hanya opini pribadi, lho... hehe (^_^)

Lantaran tidak memiliki ilmu dibidang pengelasan, untuk membuat alat tambal dari setrika ini terpaksa menggunakan jasa bengkel las. Biaya yang dikeluarkan sekitar 80 ribuan, tidak termasuk setrika karena perangkat pemanas ini disediakan dari rumah dan dibuatkan kedudukannya sesuai dengan desain yang diminta.

Sayangnya... mungkin lantaran bengkel las rujukan sedang sibuk dan banyak kerjaan, desain yang dipesan tidak sesuai dengan yang diminta. Seharusnya hanya menggunakan satu kaki agar mudah menyelipkan ban dalam saat dipress diatas setrika. Disamping itu, drat yang digunakan tidak ulir kasar dimana dampaknya harus lebih banyak memutar agar bisa menekan sesuai dengan kebutuhan.

Tapi tidak masalah... yang penting alat tambal dari setrika ini berfungsi dengan baik dan sudah langsung mendapatkan tugas begitu sampai di bengkel. Hmmm... ternyata ada hikmahnya juga setelah menjual peralatan tambal sebelumnya. Sekarang pekerjaan menambal ban dalam menjadi lebih simpel dan tidak lagi main api. Pelajaran paling berharga yaitu jangan lagi menjual perkakas bengkel karena suatu waktu bisa dibutuhkan kembali. Lain pasalnya kalau memang betul-betul mendesak.

Sekian dulu rekan-rekan Blog Mania ... semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi kita bersama.

Kabel Gas Alternatif Yamaha Jupiter Z

Rekan-rekan Blog Mania... Kejadian tidak terduga dialami saat motor sudah nyala dan siap untuk geber gas. Eee... tiba-tiba kabel gas Yamaha Jupiter Z tunggangan harian yang kurang terurus, ogah jalan lantaran putus. Apes, mana dompet lagi tipis tapi masih syukur tidak berujung celaka. Keterbatasan dana pun memaksa untuk mencari spare part alternatif dengan harga sesuai kantong, hehe... (^_^)

Sedikit menggunakan akal-akalan agar bisa mencapai toko onderdil terdekat, kabel gas yang sudah putus dikeluarkan dari sarangnya. Alhasil... isi kabel gas ditarik menggunakan tangan agar skep bisa berfungsi sebagai mestinya. Musti hati-hati dan penuh perasaan saat menggunakan teknik akal-akalan ini karena bukaan gas tidak senyaman yang semestinya.

Akhirnya toko onderdil langganan pun berhasil dicapai dan sebuah kabel gas alternatif Yamaha Jupiter Z pun dibawa pulang untuk diganti sendiri. Sempat memperhatikan dengan seksama sebelum pemasangan dan membandingkan dengan bawaan motor... sepertinya spare part alternatif yang dibeli memiliki dimensi yang sama dan langsung klop saat dipasang. Hmmm... lega (^_^)

Bicara soal berapa uang yang harus dibayarkan untuk menebus spare part ini, bawa 2 lembar uang sepuluh ribuan atau selembar uang dua puluh ribuan... masih ada kembalian nya. Lumayan... bisa mengatasi persoalan putusnya kabel gas motor saat dana kurang untuk mendapatkan spare part original.

Thinner Extra Slow Merk Tigris

Rekan-rekan Blog Mania... kali ini mengupas tentang thinner extra slow merk Tigris yang didapat dari toko cat terdekat dengan bengkel. Isinya lebih kurang 1 galon dimana tujuannya untuk pengecatan rangka dan bak mesin. Hmmm... sebenarnya terlalu banyak untuk media yang akan dicat ulang, hanya saja si empunya motor ngotot dengan thinner yang paling bagus... akhirnya pemilik toko cat langganan bengkel pun menyodorkan pengencer cat tersebut.

Tidak banyak petunjuk yang bisa didapatkan pada kemasan thinner berkenaan cara penggunaan. Hanya beberapa informasi penting yang cukup untuk memperjelas fungsinya, diantaranya bisa diaplikasikan untuk pelarut cat Polyurethane atau clear serta dapat digunakan pada cuaca lembab dan menghasilkan gloss yang sangat bagus.

Cuaca yang kurang mendukung saat pengecatan, hujan dan suhu yang rendah ternyata bisa teratasi dengan menggunakan thinner ini. Pengecatan yang dilakukan didalam ruangan bisa terus dilanjutkan tanpa khawatir dengan udara lembab yang mengandung air dan bisa merusak hasil pengecatan. Maklum... tidak punya ruangan khusus pengecatan dan pengeringan, hanya menggunakan ruangan bengkel yang teduh dari guyuran air hujan lalu dikeringkan secara alami dengan suhu ruangan.

Alhasil... pengecatan berjalan lancar setelah kering sempurna esok hari, tidak terjadi persoalan pada hasil akhir pengecatan. Perbedaan yang terasa saat menggunakan thinner ini dibandingkan merk lain yang pernah dicoba pada kondisi pengecatan lembab yaitu : lapisan clear coat tidak kusam saat menutup cat. Sementara untuk thinner murah, lapisan clear coat menjadi seperti berwarna putih bukannya bening jika memaksa untuk mengecat pada suhu rendah dan udara yang lembab.

Sip... lumayan bisa mempersingkat waktu pengecatan dari pada harus menunggu cuaca bagus dengan suhu yang panas. Bicara harga... thinner extra slow merk Tigris ini bisa ditebus dengan 3 lembar uang lima puluh ribuan dan masih ada kembaliannya, hehe... (^_^)

Yup, sedikit lebih mahal dari thinner yang biasa digunakan dibengkel selama ini hanya saja semua bahan cat disediakan oleh si empunya motor, jadi tidak ngaruh... upah tetap sama, hahaha... (^_^)

Trus... extra slow itu maksudnya apa? Hmmm... waktu keringnya yang lambat, kelebihannya akan terasa saat pengecatan pada suhu udara panas. Lapisan cat maupun clear tidak segera kering sehingga lapisan gloss tidak rusak oleh debu/partikel cat saat menyemprot bagian lain pada bidang yang sama. Bagi yang sering mengecat sendiri, bakal paham beda thinner yang cepat kering dengan lambat kering (^_^)

Kabel Spul Pengapian Yamaha Vega R Putus

Rekan-rekan... berbagi pengalaman kali ini seputar kelistrikan sepeda motor, dimana kabel spul pengapian Yamaha Vega R lawas, putus dan mengakibatkan mesin tidak bisa nyala sama sekali.

Gejala awalnya terdengar suara kasar pada bagian bak magnet, setelah beberapa saat... putaran mesin menjadi ngaco dan tidak langsam dengan baik. Meski masih bisa jalan namun tenaga motor tidak keluar sempurna dan akhirnya mati total.

Sempat dibikin bingung lantaran kejadian ini termasuk jarang ditemui. Langkah awal dalam mencari sumber masalah adalah melepas busi dan mengecek percikan bunga api yang dihasilkan dari spul dan diteruskan ke CDI lalu menuju koil dan sampai ke busi.

Anehnya pada saat pengecekan, bunga api dari busi tidak ada. Hmmm... sepertinya koil yang bermasalah. Namun saat dilakukan dengan cara sederhana yaitu mendekatkan ujung kabel koil ke massa bodi sembari kontak nyala dan motor dislah dengan kick starter... ternyata arus tegangan tinggi terlihat jelas menyambar. Byiuuh... jangan-jangan, busi yang koit?

Keputusan untuk mengganti busi pun diambil dan percikan bunga api tegangan tinggi terlihat normal. Walah... busi, tho... penyebabnya. Namun setelah motor digunakan beberapa saat, kejadian yang sama pun terulang kembali. mesin ngadat dan mati total, tidak ada lagi tanda aliran arus listrik bahkan saat pengecekan kabel yang berasal spul.

Dengan prediksi spul sudah tamat, bak magnet pun dilepas dan ternyata penyebab tidak adanya arus listrik lantaran salah satu kabel dari spul pengapian sudah putus. Lho... kok bisa?

Disini kesimpulan bahwa kejadian ini termasuk jarang ditemui untuk motor harian biasa, spul pengapian Yamaha Vega R lawas yang menganut sistem AC... sudah mendapatkan sentuhan modifikasi dengan membuang spul penerangan dan pengisian. So... spul botak bin plontos dan hanya tersisa spul pengapian yang akan diteruskan ke CDI.


Pemicu putusnya kabel, lantaran kedudukan spul pengapian sudah dilas dan bagian yang terlihat pada gambar diatas... terlepas. Hmmm... ternyata ini lah yang menimbulkan suara kasar sebelumnya, dimana spul pengapian bergesekan dengan magnet dan membuat kabel putus.

Yup... dengan bantuan solder, kabel pun terpasang kembali dan semua komponen yang dibongkar pun dirakit sebagaimana mestinya. Alhasil... motor kembali nyala dengan normal. Walah, beruntung nggak jadi beli spul dimana harganya lumayan menguras kantong, hehe... (^_^)

Sekian dulu rekan-rekan, sesi berbagi pengalaman kali. Terus ikuti Blog Mania... kita akan akan tetap berbagi banyak pengalaman lainnya seputar sepeda motor.

Soda api untuk menghilangkan cat

Rekan-rekan... melanjutkan aktivitas dibengkel dalam rangka pengecatan ulang sasis atau frame Kawasaki Ninja 150 R yang sudah dipreteli, sekarang kita bahas sedikit tentang soda api untuk menghilangkan cat yang akan digunakan sebagai pembantu proses mengerok cat lama.

Soda api atau paint remover yang digunakan kali ini yaitu NEOREVER dan disediakan oleh si empunya motor. Larutan yang berfungsi untuk mengelupas cat ini, menurut keterangan yang terdapat pada bagian belakang kemasan kaleng... efektif untuk menghilangkan berbagai jenis cat tanpa merusak permukaan benda, dimana media yang akan kita pakai adalah rangka motor dan terbuat dari logam.

Soda api NEOREVER dengan berat bersih 1 kg ini, sepertinya cukup untuk mengelupas cat lama pada rangka Kawasaki Ninja yang menjadi target penggunaannya. Berkenaan cara aplikasinya, pada kemasan sudah ditambahkan dibagian belakang dengan jelas. Hanya saja untuk keterangan type # 100 yang terdapat pada bagian depan, hmmm... kurang paham dan tidak bisa ngomong banyak soal yang satu ini, hehe... (^_^)

Lanjut... sedikit gambaran dalam menggunakannya sesuai petunjuk pada kemasan kaleng, hendaknya larutan soda api dituangkan ke wadah plastik keras dan gunakan kuas sebagai alat bantu mengoleskan ke rangka motor. Nah... jika menggunakan wadah plastik lunak seperti botol bekas minuman mineral, maka wadah plastik menjadi lunak bin lembek, wkwkwk (^_^)

Jika terkena kulit, larutan pengelupas cat ini terasa panas namun bisa diatasi segera dengan air. So... memang lebih baik menggunakan pelindung tangan atau sarung tangan agar aman dalam bekerja. Yup, sekian dulu rekan-rekan... semoga bisa menjadi referensi kita bersama.

Tips mengunci mur as lengan ayun sepeda motor

Rekan-rekan... berbagi pengalaman dibengkel kali ini, kita bahas tentang tips mengunci mur as lengan ayun sepeda motor. Lha... ini kan mudah? kenapa harus dibahas juga?

Hmmm... sepertinya tidak begitu, rekan-rekan. Meski hanya sebatas mengunci satu buah mur yang pada dasarnya pekerjaan mudah dan tidak repot tapi ada beberapa hal penting dibalik semua itu. Pengalaman kali ini saat  melepas atau membuka mur as lengan ayun Kawasaki Ninja 150 R, dimana keringat jadi mengalir deras lantaran upaya melepas mur yang sangat kuat terpasang alias ngunci.

Sempat kesal karena seharusnya tidak harus menemukan kejadian seperti ini jika tips mengencangkan atau mengunci mur as lengan ayun... dipahami oleh yang memasang sebelumnya. Walah... kesel nih, hehe... (^_^)

Jujur saja memang bikin kesal, rekan-rekan... memasang mur as lengan ayun, seharusnya tidak menggunakan tenaga gajah dan tidak harus sekencang mungkin. Meski tidak memiliki kunci momen dan tidak paham apa itu momen, setidaknya perasaan dan logika juga harus dipakai.

Mur yang pasang sekuat tenaga bakal membuat susah saat dibuka kembali, disisi lain untuk beberapa jenis sepeda motor yang konstruksi pemasangan nya berbeda, bisa membuat fungsi sokbreker belakang menjadi kurang maksimal. Aah... mosok?

Bener lho... ogah sebut merk dan tipe motor yang dimaksud, pada dasarnya untuk lengan ayun dengan desain yang beda dengan Kawasaki Ninja 150 R yang ditemui dibengkel kali ini... lengan ayun akan mengapit kuat jika mur dikunci terlalu kuat dan lengan ayun turut terkunci. Ujung-ujungnya... sokbreker belakang tidak meredam kejutan lantaran lengan ayun tidak lagi berayun, hehehe... (^_^)

Intinya... saat mengunci mur as lengan ayun, gunakan perasaan dan logika meski tidak menggunakan peralatan yang tepat namun jangan pula terlalu longgar karena mur bisa lepas karena getaran. Pokoknya... pakai perasaan dan logika, hahaha...

Gara-gara tidak membaca petunjuk penggunaan soda api atau paint remover

Lagi asik-asiknya mengolesi sasis motor dengan soda api atau paint remover, nggak tau nya wadah plastik yang digunakan untuk menampung sementara menjadi lunak. Walah... gara-gara tidak membaca petunjuk penggunaan dengan seksama.

Pada kemasan produk sudah ditambahkan keterangan yang menjelaskan dengan segamblang-gamblangnya, bahwa wadah plastik yang digunakan untuk menampung cairan perontok cat hendaknya plastik yang keras. Hmmm... kali ini lantaran tergesa-gesa, plastik bekas minuman mineral dijadikan media penampung yang akhirnya meleleh. Zonk... gagal fokus, hahaha (^_^)

Lantaran plastik sudah menjadi lembek dan bagian atasnya tidak menganga lagi, akhirnya terpaksa mencari pengganti dengan wadah plastik yang lebih keras. Pengalaman sebelumnya yang bisa menjadi referensi kita bersama yaitu penggunaan sikat gigi yang dimana bulu sikatnya rontok dan plastik pegangannya meleleh, padahal beli baru, lho....

Nah, akhirnya kuas yang selama ini dikhususkan untuk cuci motor harus digunakan sebagai alat bantu mengoleskan cairan soda api atau paint remover. Kesimpulannya, gara-gara tidak membaca dengan seksama petunjuk penggunaan pada kemasan produk, ada-ada saja kejadian yang tidak penting dialami selama proses persiapan pengecatan.

Tapi semua itu masih termasuk kejadian yang tidak berbahaya, lain pasalnya jika sampai terkena mata atau diminum... walah, bisa celaka. Sip... sekian dulu rekan-rekan, terus ikuti Blog Mania... kita akan selalu berbagi banyak hal seputar dunia bengkel dan sepeda motor.

Pengecatan rangka dan lengan ayun Yamaha Vixion


Rekan-rekan... melanjutkan cerita kemarin tentang pengecatan ulang Yamaha Vixion, sektor rangka menjadi target pertama yang digarap setelah itu lanjut ke bagian tangki dan body cover. Rangka yang sudah dipersiapkan, dicat ulang didalam ruangan dengan cara digantung.

Rangka yang sudah dibersihkan dari kotoran dan gemuk yang bisa merusak hasil pengecatan dan sudah melewati proses pengamplasan, segera dilapisi dengan epoxy filler. Pengerjaan terasa sangat mudah lantaran belum pernah dicat ulang alias perawan. Hanya beberapa bagian sokbreker depan yang terdapat goresan dan butuh didempul.

Setelah melewati tahap pengeringan, rangka Yamaha Vixion dilapisi dengan cat silver metalik setelah si empunya motor memutuskan warna yang diinginkannya. Tahap selanjutnya adalah melapisi dengan clear coat untuk kilap yang lebih baik. Namun pengerjaan pun tertunda lantaran perubahan rencana, dimana rangka bakal ditambahkan warna merah di beberapa bagian.


Untuk lengan ayun yang sudah dipersiapkan bersamaan dengan rangka, langsung dikerjakan secara bersamaan. Sementara tangki dan body cover butuh persiapan lebih jauh lantaran sebelumnya dipasang striping yang ditimbun dengan clear coat.

Yup, setidaknya proses pengecatan sudah berjalan beberapa bagian. Sementara nasib tangki dan body cover masih dalam proses persiapan, dimana lem dari striping harus benar-benar bersih agar mendapatkan hasil pengecatan yang baik.

Sekian dulu rekan-rekan, ikuti terus Blog Mania... kita akan lanjutkan ceritanya secara bertahap sampai tuntas.

Pengecatan Ulang Tangki Motor Custom : Melapisi Dengan Epoxy Filler

Cek Videonya Disini !!!

Rekan-rekan... melanjutkan kembali aktivitas bengkel meski masih dalam suasana lebaran, kali ini pengecatan ulang tangki motor custom yang sudah diamplas sudah bisa lanjut ke tahap melapisi dengan epoxy filler.

Pengecatan tangki sedikit tertunda lantaran ada bagian yang harus diperbaiki dan butuh jasa tukang las. Yup, proses pengelasan memang harus dituntaskan sebelum memulai pengecatan agar nantinya tidak merusak hasil akhir pengecatan.

Pengecatan tangki ini merupakan satu bagian dari pengecatan seluruh bagian Honda Tiger yang sudah dimodifikasi custom  oleh si empunya motor. So... ikuti terus Motor Expose karena masih banyak lagi akan kita bagikan sampai tuntaskan.

Ganti roller Suzuki Nex, pilih yang ori aja !!!


Rekan-rekan... berawal dari diskusi dengan rekan sendiri di bengkel tentang perawatan Suzuki Nex nya yang masih standar pabrik tanpa dikutak-katik. Dengan kondisi ban depan yang sudah aus nyaris botak dan aki yang sudah tekor, keraguan pun datang, untuk memilih mana yang ingin dibeli terlebih dahulu berhubung dana yang tersedia.

Saran selaku mekanik dan sahabat, opsi utama yang perlu di cek adalah v-belt kemudian roller. Hmmm... kok jauh dari yang terlihat dengan mata kepala? Setelah bercerita banyak tentang pengalaman berkendaranya belakangan, pengakuannya memang terdengar suara yang ngak beres saat motor jalan dalam kondisi tanjakan tinggi dan boncengan. Namun tidak selalu terdengar, menurut penuturannya. Yup, lantaran hari sudah sore dan mau tutup bengkel... pengecekan pun diagendakan esok hari.

Trus... apa yang terjadi keesokannya? si empunya Suzuki Nex datang dengan motor lain dan langsung ke fokus masalah, motornya gak bisa jalan tapi mesin nyala dengan normal. Walah... sudah pasti v-belt yang putus.

Dari pada repot, perkakas bengkel dibawa ke lokasi Suzuki Nex dititipkan. Aksi bongkar, ganti lalu pasang pun dilakoni di luar bengkel. Dan ternyata memang V-belt yang putus dan roller pun sudah sangat aus.

Akhirnya, kedua spare part pun segera dicari di toko onderdil terdekat. Untuk v-belt... syukur dapat yang asli namun roller tidak. Setelah dikasih saran, akhirnya si empunya motor pun kembali untuk mengganti roller yang sudah terlanjur dibeli.

Awalnya penukaran tidak diterima begitu saja, syukur roller yang dibeli awalnya bukan untuk Suzuki Nex melainkan untuk Suzuki Spin dimana terlihat bahwa dimensi keduanya sangat beda.

Catatan berharga dari kejadian kali ini, saat membeli onderdil sepeda motor... ada baiknya membawa contoh part yang sudah aus. Setidaknya bisa jadi perbandingan saat membeli yang baru, gak bisa ngotot bilang "Pilih yang ori aja" kepada pemilik toko atau pun ke Dealer Suzuki yang menjual spare part, seperti yang dialami rekan kita saat ganti roller Suzuki Nex nya (^_^)

Cara alternatif menghilangkan cat tanpa paint remover

Cek Videonya Disini.!!!

Rekan-rekan... ada kalanya kejadian unik ditemui saat pengecatan bagian sepeda motor, seperti yang dialami beberapa waktu lalu dimana paint remover habis sementara ada bagian yang butuh dikerok sampai habis lantaran cat nya sudah sangat tebal. Trus... kenapa tidak diamplas saja ? 

Walah... maunya yang mudah, ingin cepat selesai. Kebetulan sekali, part yang mau dibersihkan terbuat dari logam dan cara alternatif untuk menghilangkan cat tanpa paint remover bisa kita terapkan.

Dengan memasang amplas poles pada gerinda tangan ternyata lumayan membantu, kebetulan terdapat 2 macam yaitu kasar dan halus... sekalian saja lakukan percobaan untuk membandingkan. Alhasil... bisa diambil kesimpulan bahwa amplas poles yang halus bekerja lebih baik dalam mengikis cat lama yang sudah sangat tebal dibandingkan amplas poles yang kasar.

Hanya saja pengerjaan musti dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak part motor, disamping itu sepertinya tidak cocok jika diterapkan pada media plastik karena akan merusak permukaan nya.

Yup, sekian dulu rekan-rekan... semoga membantu dan bisa menjadi referensi kita bersama.

HASIL PENGECATAN HONDA TIGER MODIFIKASI CUSTOM

https://youtu.be/JYqhKNOHtLI

Setelah melalui tahap demi tahap, akhirnya pengecatan Honda Tiger yang sudah dimodifikasi custom oleh si empunya motor... tuntas juga. Masih menyempatkan diri untuk mengabadikan aktivitas selama pengerjaan dalam bentuk video yang diedit agar bisa menceritakan pengalaman di bengkel kali ini.

Namanya juga pekerjaan... dimana tujuan utama adalah memberikan layanan jasa kepada konsumen bukannya membuat video. Namun disisi lain, tidak ingin kehilangan momen berharga yang bisa kita bagikan untuk menambah tulisan di blog Motor Expose yang nyaris vakum dan kehilangan gairah.

Yup... sekian dulu rekan-rekan, semoga bisa menjadi referensi kita bersama. Terimakasih

Deteksi Klep Bengkok Setelah Ganti Noken as Racing

Rekan-rekan... mengganti noken as Yamaha Mio Soul memang mudah dan simpel, cukup dengan mengendurkan rantai camrat/temeng lewat stelan tensioner kemudian melepas gear kem/noken as, lalu merenggangkan stelan klep. Diakhiri dengan membuka satu baut penahan, maka noken as pun sudah bisa ditarik keluar untuk penggantian.

Sayangnya, semua belum tentu berjalan mulus setelah noken as racing terpasang dan keranggangan klep diatur kembali. Pengalaman berharga pernah dirasakan saat mengganti noken as Yamaha Mio Soul pada malam hari dengan pencahayaan yang kurang mumpuni untuk bekerja. Hanya saja si empunya motor ngotot minta tolong untuk segera dikerjakan jika memang tidak menghabiskan waktu yang lama.

Alhasil, setelah noken as racing dengan profil bukaan tinggi terpasang, terlebih dahulu poros engkol diputar untuk memastikan klep aman dan terhindar dari tabrakan dengan piston maupun antar klep. Setelah dipastikan aman, mesin pun dinyalakan dan berhasil hidup normal.

Tapi hanya beberapa saat saja sebelum mesin tiba-tiba mat,i dan saat distarter mau pun diengkol sepertinya tidak lagi terdapat kompresi. Pengusutan pun diteruskan dengan melepas busi dari kedudukannya dan terlihat satu klep sudah tidak kembali menutup, sekali pun poros engkol diputar beberapa putaran.

Sudah bisa di deteksi bahwa klep bengkok dan akhirnya terpaksa bongkar head silinder. Ternyata kedua klep bengkok karena saling tabrak, padahal jarak stelan klep sudah diatur sangat renggang agar aman. Ternyata persoalan terletak pada ukuran klep yang sudah diganti klep besar tapi tidak merubah sudut botolan klep.

Kedua klep yang bengkok pun diganti dengan yang baru, dan noken as sebelumnya pun dipasang kembali. Ternyata, klep bisa aman dari tabrakan jika stelan betul-betul renggang. Wajar saja jika sebelumnya tenaga motor tidak besar disertai berisik, lantaran klep besar yang tidak disertai dengan penyesuaian sudut botolan klep memaksa untuk memperbesar jarak keranggangan stelan klep. Alhasil, suplai bahan bakar bukannya semakin banyak, malah sebaliknya semakin kurang meski sudah aplikasi klep lebar.

Sukses membuat klep Yamaha Mio Soul bengkok setelah ganti noken as racing, menjadi pengalaman berharga untuk tidak menuruti begitu saja keinginan pemilik motor. Seharusnya penggantian noken as racing pada kasus ini dilakukan dengan tenang dan teliti serta menghitung durasi dan tinggi angkatan klep terlebih dahulu. Melihat rencana kerja klep dengan melepas per klep lalu merakitnya kembali, kemudian memutar noken as, bisa jadi salah satu cara untuk memastikan klep aman dengan profil noken as yang diganti.

Disatu sisi kelalaian sebagai mekanik yang diminta bantuan saat itu adalah menuruti begitu saja permintaan pemilik motor lantaran masih kerabat sendiri. Main simpel dan mudah pun diterapkan lantaran percaya dengan pengakuan nya, bahwa klep motor memang sudah diganti klep yang lebih besar disertai dengan ubahan pada sudut botolan klep. Sayangnya kejujuran berbayar mahal dengan fakta bahwa tidak ada perubahan sehingga mengakibatkan klep beradu.

Sekian dulu, semoga info diatas bermanfaat. Terimakasih sudah mampir

Harga Yamaha NMAX di Jepang dan Indonesia, Selisihnya Cukup Untuk Beli Skutik Lagi!

Yamaha NMAX 155 Jepang (yamaha-motor.co.jp/)

Tidak hanya diproduksi untuk pasar Indonesia, PT YIMM (YamahaIndonesia Motor Manufacturing) juga mengekspor Yamaha NMAX.

Dari banyak negara yang mengimpor NMAX, salah satunya adalah Jepang.

Berapa sih harga Yamaha NMAX di Jepang?

Yamaha NMAX tersedia dalam dua versi di Jepang, yang berkapasitas 125 cc dan 155 cc sama seperti di Indonesia.

NMAX 125 dibanderol dengan harga 351.000 Yen, kalau dikonversi ke Rupiah mencapai 42.153.708 Rupiah sob!

Bagaimana dengan versi 155? Di Jepang dibanderol 378.000 Yen, dikonversi ke Rupiah menjadi 45.267.335 Rupiah!

Beda 15.067.335 Rupiah dibanding NMAX 155 ABS di Indonesia, yang punya fitur lebih banyak yang anda bisa lihat di video diatas.

NMAX di Jepang masih menggunakan versi seperti NMAX 155 Indonesia versi 2017, terlihat dari pilihan warnanya.

Yang membedakan adalah detail seperti stiker peringatan di balik laci depan, di Jepang menggunakan bahasa kanji.

Yamaha NMAX Spek JepangYamaha NMAX Spek Jepang (yamaha-motor.co.jp/)

Ban yang dipakai di NMAX versi ekspor seperti Jepang juga berbeda, meski ukurannya sama 110/70-13 dan 130/70-13.

Untuk NMAX versi ekspor menggunakan ban Dunlop Scootsmart, kalau di Indonesia menggunakan IRC SS-560.

Selain itu di Jepang tidak ada versi non-ABS lho!

"Dibanding negara di ASEAN, di Jepang orang lebih menyukai motor ABS, karena menambah rasa keamanan," ungkap Tomoaki Umeya dari tim pengembangan NMAX dari YamahaJepang

NMAX sendiri diminati di Jepang karena mudah dihandle terutama radius setangnya yang cukup lebar untuk lalu-lintas Jepang yang padat.

NMAX 125 terjual 5.000 unit sepanjang tahun 2017. Cukup banyak meski berbeda jauh dengan di Indonesia yang sebulannya lebih dari 25 ribu unit laku dipasaran.

Cara Deteksi Kerusakan Komponen Noken As

Ilustrasi Noken As (Google)

Komponen di dalam mesin motor cukup banyak, salah satunya ada noken as atau camshaft.

Noken as ini sangat berpengaruh terhadap performa mesin, karena untuk mengatur buka tutup klep.

Jadi, jika noken as rusak maka akan membuat kinerja dan performa mesin terganggu. 

Cara mendeteksi noken as yang rusak biasanya dari suara kasar mesin yang menggangu telinga saat mesin motor dihidupkan.

"Untuk deteksi noken as yang rusak, caranya dengan mendengarkan suara mesin, biasanya timbul suara kasar ‘tekk-tekk’....,”

Lebih lanjut, Jaji menjelaskan noken asyang rusak suaranya timbul dari cylinder head, bila terdengar dari bagian lain berarti bukan noken as.

Laher noken as biasanya yang menjadi penyebab suara berisik.

"Suara kasar disebabkan oleh laher atau bearing noken as yang mulai aus," lanjut Jaji.

Nah, bila noken as rusak juga biasanya ditandai dari performa motor yang menurun.

"Biasanya kalau noken as rusak atau aus, tarikan motor saat rpm tinggi sangat loyo,"

Oke sekian dulu kutipan dari saya,.semoga bermanfaat. Terimakasih

Biaya Ganti Noken As di Motor Yamaha

Ilustrasi Noken As Y Motor Yamaha ( Tokopedia )


Guna Noken As ialah untuk membuka dan menutup klep pada sepeda motor.


Komponen yang ada di sepeda motor, lama - lama pasti akan haus dan harus adanya pergantian sparepart, termasuk komponen yang namanya Noken As/Camshaft.


Noken as yang haus biasanya disebabkan oleh umur dan pemaiakai si pengguna, karena jarang ganti oli motor.


Jika Noken as ini bermasalah, akan timbuk suara berisik seperti mesin jahit, yang timbul dari bagian head yang terdapat si komponen tersebut, yang tentunya sangat menggangu.

Jika sudah seperti itu, tentu harus ada pergantian broo.. karna jika di diamkan dalam waktu yang lama, kerusakan akan merembet ke komponen lain, alhasil dana yang dikeluarkan akan lebih besar nantinya.

Untuk Noken as sendiri berapa sih harganya ???

Untuk Noken as harganya beragam, untuk matik yamaha 110-125 cc harganya sekitar 200-250 ribu. Untuk yang 150 cc sekitar harga 250-300 ribu. Harga tersebut belum jasa pemasangan. 

Biaya pasang biasanya 45-60 ribu, tergantung type motornya.

Oli Yang Cocok Untuk Yamaha R15

Selamat siang agan-agan..

Kali ini ane mau posting tentang oli yang cocok untuk Yamaha R15.
Banyak yang nanya apa sih oli yang bagus dan yang cocok buat motor Yamaha R15,
Buat type motor gede banyak sih pilihan yang bisa di pakai,
Tapi biarpun banyak pilihan belum tentu cocok untuk motor kita dan juga belum tentu cocok buat cara pemakain kita.

Nah kali ini ane mau kasih tau nih oli yang cocok buat Yamaha R15.

Menurut ane pribadi, oli yang cocok adalah olinya R25 , yaitu SUPER SPORT. Karena jenis oli ini SAE nya lumayan kental dan kuat buat jarak pemakain jauh yang makin panas makin encer,

Tapi buat jenis oli Super Sport ini, oli akan melumasi dengan baik walaupun kondisi perjanan panas dan jauh.

Jika di bandingkan denga jenis lain, oli ini mempunya daya tenaga yang maksimal, karna mulai RPM awal sampai RPM atas, tenaga selalu terisi, beda dengan oli jenis lain yang tenaga awal ringan namun pas RPM tinggi tenaga menjadi melemah/berkurang.

Jadi mending pindah aja ke merk Super Sport karna lebih prima untuk laju R15 agan-agan.

Oke sekian dulu kutipan dari ane, semoga bermanfaat, dan terimakasih sudah mampir.

Ngulik Sedikit Yamaha R15

Selamat siang agan-agan sekalian...
Apa kabar ? Baik ?...

Semoga selalu baik semuanya yaa,

Kali ini ane mau posting tentang yamaha R15 nih, kebetulan ane juga punya, hehe..
Jadi mau berbagi kisah senang tidanya pakai yamaha R15.

Yamaha R15, kalo malasah tampilan emang anak muda banget yaa, gak kalah lah sama moge moge yang lain, selain type sport, dia juga tangguh broo segala medan hehe, pengalaman ane sih itu,,

R15 emang bertenaga, buat nanjak berdua juga melesat terus, gak kalah sama Honda C*R 150 punya tetangga.

Kalo masalah tarikan, R15 cukup lumayan lah, dari RPM bawah sampe RPM atas ane rasain tenaga selalu ngisi terus, tapi harus di doping oli yang sesuai yaah ..
Oli biasa ane pakai supersport punya nya R25, pake oli itu tenaga selalu terisi, beda sewaktu ane pakai oli yang lain . Kalo pake oli yang lain tenaga awal emang ringan, tapi pas RPM tinggi tenaga down, seperti hilang tenaga di RPM tinggi.

Jadi kualitas oli sangat di perhitungkan ya agan-agan,
Jangan asal pakai oli nanti motor jadi kurang prima.

Masalah mesin nih gan, pengalaman ane R15 emang rada kasar suaranya, itu dikarenakan torsi yang lumayan besar, makanya suara yg di hasilkan lebih kasar, tapi gak berpengaruh sama performa.

Masalah yang lain lagi timbul di suara rantai keteng yang agak sedikit gemericik, sebenernya gak mengganggu sih, hanya saja suara knalpot R15 sangan pelan, jadi yang timbul suara mesin bukan suara knalpot.

Satu lagi, R15 lemah di body sebelah kanan,
Itu hal biasa buat pengguna motor tersebut, itu dikarenakan faktor penumpang, karna posisi jok belakang yang lumayan tinggi sehingga sewaktu turun..pantat si penumpang akan menyangga di body kanan, jika terjadi terus menerus maka baut di bagian kanan body akan patah, dan jadinya body kanan akan goyang sedikit. Itu hal yang wajar ko, hampir semua R15 body kanan agak goyang.

Kayanya cukup sekian dulu review ane tentang R15,
Semoga artikel diatas bermanfaat, terimakasih sudah mampir 😊

cek kerusakan suspensi avanza belakang(bunyi gluduk-gluduk)

Cara mengatasi kerusakan kaki-kaki pada mobil toyota avanza yang bagian belakang. 

Kaki-kaki belakang mobil avanza memang sangat sedikit, berbeda dengan kaki-kaki yang bagian depan nya. 

Komponen kaki-kaki toyota avanza yang bagian belakang terdiri dari 4 bagian. 

1) per keong 
2) shockbreaker 
3) bushing arm sayap 
4) karet stabillizer 

Dalam mendeteksi kerusakan pada komponen kaki kaki bagian belakang nya biasanya identik dengan adanya suara gluduk-gluduk. 

1) yang pertama kita bahas tentang perusakan pada bagian Per keong atau coil spring( per ulir). per keong  pada umumnya jarang mengalami kerusakan . Kerusakan pada per keong tidak akan menyebabkan bunyi seperti gluduk-gluduk' kerusakan pada per keong biasanya teridentipikasi jika per terasa lemah atau amblas jika diisi muatan 2 atau 3 orang dari kursi bagian belakang. Atau terjadi miring sebelah alias tinggi sebelah. Jika hal itu terjadi maka kemungkinan besar per sudah lemah . Tapi hal itu tidak akan menyebabkan bunyi gluduk-gluduk 

2) kerusakan pada Shockbreaker. 
Kerusakan seperti bunyi gluduk-gluduk bisa terjadi jika shockbreaker tersebut sudah lemah atau bocor . Untuk lebih jelasnya bisa anda cek sendiri dengan cara menengok ke bagian kolong dan coba anda lihat apakah shockbreaker sudah bocor atau tidak? Jika shockbreaker sudah mengalami bocor kemungkinan besar bunyi tersebut diakibatkan dari shockbreaker nya yang sudah rusak. Selain itu kerusakan atau bocornya shockbreaker tersebut bisa berdampak limbung' dan yang lebih parahnya bisa membuat ban kemakan sebelah atau tidak rata dan bergelombang. 

3) tapi Jika komponen shockbreaker masih bagus atau belum teridentipikasi bocor maka selanjutnya anda bisa cek bagian bushing arm. Tapi bushing arm pada suspensi avanza bagian belakqng jarang mengalami kerusakan, tapi  dalam hal ini tidak ada  salaHnya jika anda melakukan pengecekan terhadap bushing arm tersebut. Kerusakan pada bushing arm bisa anda lihat pada bagian karet bushing tersebut apakah karet bushing arm tersebut sudah ada retakan atau belum. Jika teridentipikasi belum ada retakan maka kemungkinan besar bushing arm masih bagus alias masih layak pakai. 

4) kerusakan pada karet stabillizer.
karet stabillizer yang biasa mengalami kerusakan atau aus yaitu pada karet stabillizer yang sebelah kanan. Untuk mengetahui bagus atau tidak nya karet karet stabil tersebut yaitu dengan cara membukanya. Jika sudah terbuka maka kita baru bisa melihat apakah karwt tersebut sudah aus atau masih bagus, jika karet tersebut sudah rusak maka kemungkinan besar bunyi tersebut diakibatkan karna karet atabillizer bagian sebelah kanan sudah rusak. 

Kesimpulan diatas tadi yang menyebabkan terjadinya bunyi gluduk- gluduk biasa terjadi akibat dua komponen yaitu dari bagian shockbreaker nya yang sudah rusak atau bocor. Dan yang kedua dari bagian karet stabillizer nya. Untuk lebih jelasnya anda bisa cek kedua komponen tersebut, karna komponen jenis per keong dan bushing arm tersebut jarang rusak. 

Baca juga :

Deteksi Yamaha Mio J tidak bisa nyala